Banyuwangi Kini

Massa Kembali Geruduk Kantor Tambang Emas

Pesanggaran-Ratusan orang menggelar unjukrasa di kantor PT Bumi Suksesindo (PT BSI), perusahaan tambang emas di Pulau Merah, Pesanggaran. Massa mendesak PT BSI untuk segera menghentikan semua aktifitasnya di gunung Tumpangpitu. Massa memberi tenggat waktu kepada BSI untuk segera memberikan jawaban.

Unjukrasa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor mereka melakukan konvoi dari kantor desa Sumberagung menuju ke kantor PT BSI di Pulau Merah. Massa sempat berencana untuk masuk ke lokasi proyek pembangunan infrastruktur PT BSI melalui pintu masuk Rowo Jambe.

Namun aparat kepolisian tidak mengijinkan niat itu dengan membuat pagar betis di pintu masuk ke lokas proyek. Massa akhirnya menuju ke Pulau Merah. Lagi-lagi konvoi massa dihadang barikade polisi di mulut jalan menuju Pulau Merah. Meski memaksa untuk masuk, namun polisi tetap tidak memberi ijin.

Massa hanya bisa berorasi dengan menggunakan pengeras suara dari jalan raya. Situasi beberapa kali sempat memanas. Salah satunya saat massa mulai tidak sabar karena PT BSI tidak memberikan respon apapun. Tanpa dikomando, massa merangsek masuk melalui jalan paving yang juga menghubungkan ke lokasi proyek.

Namun polisi berhasil membujuk massa untuk kembali ke tempat semula. Kericuhan kecil sempat terjadi saat polisi berupaya untuk mengamankan salah satu oknum pengunjukrasa yang diduga mabuk minuman keras. Tanpa sebab, orang ini sempat akan menyerang pengunjukrasa lainnya.

“Kami tetap pada pendirian, meminta BSI untuk menghentikan semua aktifitasnya. Dan pergi dari sini,” ujar Suko, salah satu orator aksi, Rabu (18/11/2015).

PT BSI akhirnya mau menemui massa dengan mengutus salah satu manejernya, Musmin Nuryadi.Namun hal itu tidak cukup membuat massa merasa puas. Warga membubarkan diri dengan meninggalkan peringatan keras kepada PT BSI. Mereka memberi waktu satu minggu kedepan untuk segera menjawab tuntutannya.

“Kita beri waktu satu minggu untuk menjawab tuntutan kami,” pungkas Edi, orator lainnya. (VAN BUCAN)

Previous post

Riset AJI Membuktikan Wartawan Digaji Rendah!

Next post

BMKG Pasang Alat Deteksi Tsunami