Bisnis

Pengrajin Tenun Kluwung Jauh Dari Pulung

Banyuwangi-Kain tenun Kluwung Banyuwangi hingga saat ini masih belum di lirik pemerintah daerah setempat. Padahal, di samping batik, kain tenun kluwung ini sama-sama aset budaya daerah. Terlebih, pengrajin tenun di Banyuwangi tersisa satu orang saja. Yaitu, Siyami warga Dusun Delik Kelurahan Jambesari, Giri. Itu pun usianya sudah 74 tahun.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo, saat di hubungi KabarBanyuwangi.com mengaku belum akan menjadikan kain tenun Kluwung bagian dari program kerjanya. Dia berdalih , saat ini masih fokus pada batik serta pelaku usahanya.

“Belum (minat.red). Saat ini (dinas) masih memperbanyak tenaga untuk batik serta pengusaha batik,” katanya, Senin (20/10/2014).

Saat diberitahu jika kain Kluwung salah satu instrument upacara adat suku Using. Hari buru-buru meralat pernyataannya. Dia berjanji akan mengkaji sekaligus ingin mengetahui minat masyarakat terhadap kain tenun khas Banyuwangi tersebut.

“Ya kita lihat saja dulu, bagaimana animo masyarakat dan pangsa pasarnya kain tenun saat ini,” imbuhnya.

Padahal, sejauh ini minat masyarakat terhadap kain tenun Kluwung tergolong tinggi, meski dari orang-orang tertentu saja. Dibutuhkan dorongan dari pemerintah untuk mengenalkan dan melestarikan karya cipta budaya tersebut pada masyarakat luas.

WIDIE NURMAHMUDY

Previous post

Mari Ulurkan Tangan Bantu Nasihul

Next post

Mengetuk Pintu Hati Kota Welas Asih