Budaya

Warga Kedungasri Temukan Arca Dewa

Tegaldlimo-Beberapa pekan terakhir warga masyarakat Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo di gegerkan dengan penemuan dua arca yang salah satunya menyerupai pria gemuk bermata sipit dan berkepala plontos. Kesemuanya ditemukan disatu tempat yang sama dengan hari yang berbeda. Kini, kedua benda bersejarah itu disimpan dirumah salah satu tokoh setempat dan dilindungi pemerintah desa Kedungasri.

Arca pertama yang ditemukan yaitu arca pria berbadan gemuk bermata sipit dan berkepal plontos. Sepintas, arca tersebut mirip dengan patung dewa yang dipuja umat Khonghucu. Arca itu ditemukan oleh Karti (84), warga Kedungasri. Sebenarnya, arca itu ditemukannya pada 2010 lalu. Dia tidak ingat hari atau tanggalnya. Tetapi baru ramai diperbincangkan setelah penemuan arca ke dua di lokasi yang sama pada tahun ini.

“Saya menemukannya tahun 2010 lalu, kalau hari atau tanggalnya sudah lupa,” ujarnya, pada KabarBanyuwangi.com, Senin (13/10/2014).

Dia menceritakan, sehari sebelum menemukan arca dia mengalami kejadian aneh. Saat itu dia dalam perjalanan pulang mencari kerang melintasi gumuk Mulek dan terdengar suara mendesis. Pada malam harinya dia bermimpi didatangi sosok orang berbadan besar. Karena penasaran, keesokan harinya Karti mendatangi tempat yang ada dalam mimpinya.

“Dan ternyata benar ada patung dan saya tidak tahu patung itu apa namanya,” kisahnya.

Hari itu juga, patung pria berbadan gemuk yang ditangan kanannya memegang kipas berbentuk daun tersebut di bawa pulang dan dititipkannya di rumah Yatiran (70), tokoh masyarakat setempat. Yatiran sendiri mengaku masih menyimpan arca itu untuk mempertahankan sejarah.

“Arca itu masih saya simpan demi sejarah,” tutur Yatiran, yang juga Pemangku Pura Purwakaton, tersebut.

Adapun arca yang kedua, ditemukan oleh Bakir (84), warga setempat, pada, September 2014. Bentuk arca itu menyerupai dewa Siwaratri, salah satu dewa umat Hindhu. Sama halnya dengan Karti, Bakir menemukan arcanya setelah mengalami mimpi yang hadir dalam tidurnya. Lantas, Bakir melakukan ritual dilokasi penemuan selama tujuh malam Selasa Kliwon.

“Saat ritual ke tujuh itu munculah arca dewa Siwaratri, dan saya simpan sampai sekarang,” ungkap dia.

Dia mengatakan, di gumuk Mulek masih ada lagi benda sejenis tapi masih belum berhasil diambil. Kemungkinan, gumuk Mulek yang berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Alas Purwo, itu dulunya tempat peribadatan.

Kepala Desa Kedungasri, Sunaryo, membenarkan bila warganya menemukan arca-arca di kawasan gumuk Mulek. Dia meminta kepada warganya agar benda bersejarah yang ditemukan di kawasan desa tidak dijual atau dibawa keluar dari desa. Sunaryo menginginkan arca itu tetap disimpan untuk kepentingan penelitian sejarah.

“konon ceritanya di gumuk Mulek pernah berdiri sebuah Klenteng dari dinasti cina. Tapi kebenarannya masih perlu penelitian pihak yang berkompenten,” pungkasnya.

NUR ABIDIN

 

Previous post

Dua Opsi Untuk Kades Suadah, Mundur atau Penjara

Next post

Kades Suadah Bantah Korupsi ADD